Saat Hati Berbisik

WarnaIslam.com Senin, 02 Februari 2009 20:28

Tiada yang lebih mulia selain perkataan baik, yang maksudnya baik, prosesnya baik dan hasilnya baik. Namun, jarang ada kesempurnaan seperti itu, yang ada adalah kita harus memilih, apakah menjadi baik, setengah baik atau justru tidak baik. Tentu barometernya adalah kebaikan universal.

Pernahkah anda sesekali merenungi apa yang sudah anda lakukan dan capai dalam hidup? jika belum, ini saat yang tepat untuk memulai itu dan melakukannya sesering anda bisa. Kenapa saya menganjurkan demikian, pertama itu sebagai bahan evaluasi, jangan-jangan apa yang sudah kita lakukan selama ini bukanlah hal yang sebenarnya kita inginkan dalam hidup. Kedua, jika memang itu sudah sesuai dengan keinginan kita, tentunya kita bisa jadikan sebagai senjata tambahan untuk terus maju dan terus meningkatkan kualitas hidup yang kita inginkan.

Saya mempercayai, bahwa dalam cerita setiap orang selalu ada titik yang bisa jadi itu menjadi langkah awal untuk maju atau bisa disebut "revolusi" dan dalam hidup saya pernah mengalaminya, hingga saat ini selama dua kali. saya cukup cerita yang pertama yaitu, ketika saya duduk di bangku sekolah kelas dua aliyah, waktu itu saya sejak kecil mempelajari pelajaran agama dan juga ilmu-ilmu pendukungnya seperti nahwu, sharaf dan lain-lain. Dan, meskipun saya waktu itu belajar di pesantren tetapi jujur, di kelas satu saya tidak mampu menggunakan semua yang saya pelajari. Anehnya, sewaktu saya naik ke kelas dua, semua kemampuan itu tiba-tiba menjadi muncul dan tanpa belajar tiba-tiba saya memahami semuanya dengan begitu jelas.

Saat Hati Berbisik

Pernahkah anda mendengar bisikan yang keluar dari hati anda? bisikan yang senantiasa mengawal hari-hari kita, yang menunjuki mana yang benar dan mana yang salah. Kenapa saya mempercayai hal ini, tentu sebagai seorang muslim saya mempercayai bahwa hati adalah cermin yang mampu memantulkan cahaya-cahaya kebaikan dan bila ada keburukan yang menghampiri maka ia akan terkotori dan bergetar memberikan tanda bahwa ada kotoran yang menempel. Karena itu pula, setiap orang yang masih memiliki hati yang bersih, setiap kali hendak melakukan dosa tentu akan bergetar dan merasa tidak nyaman. Itu adalah salah satu bekal penanda kebenaran yang diberikan tuhan kepada manusia.

Namun, ternyata bisikan hati tidak sesederhana itu. Seringkali ia juga dapat menjadi penentu keputusan kita dalam masalah-masalah besar yang kadang-kadang otak atau rasio tidak mampu memutuskan.

Dalam tulisan sebelumnya, saya menyatakan bahwa ada empat perangkat kebenaran yaitu instink, indera, akal dan terakhir wahyu. Nah, hati ini masuk di bagian wahyu, karena yang pertama kali memahami wahyu adalah hati kemudian dikuatkan oleh rasio dan indera, dan terkadang instink. Inti dari tulisan ini adalah, jangan pernah melenyapkan wahyu dari hidup anda, sebab, bagaimanapun kita masih membutuhkan wahyu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Saat Hati Berbisik"

Poskan Komentar